# Jiwa yang tersihir #

Wednesday, 3 June 2015

+Untuk Waktu Yang Pantas Sekali+


Umur sudah menjejak seperti hari ini, saya terasa hidup ini pantas sekali.
Menyaksikan orang datang dan pergi. 
Suasana ceria dan suram kembali
 Semuanya tidak kekal dan saling berganti.

Kita saling tertanya apakah hidup sedang merubah siapa kita.
Atau takdir sedang mengajarkan kita untuk menjadi siapa kita?
Memang hidup ada saat-saat merba. 
Untuk harap yang tiba-tiba ranap.
Jujur kadangkala melebur.

Hidup juga ada waktu untuk kau bahagia
engkau masih ada orang-orang yang masih boleh mencinta
meski mereka hadir sekejap saja.
Memadailah untuk engkau menghargai sebuah rasa.
Kita memang tidak boleh abadi selamanya

Kita mungkin menjadi sangat misteri
Jadi orang-orang tak mudah memahami
jalan yang kita lalui sepi sekali
Demikianlah, engkau harus belajar menjahit hati sendiri
Bukankah kesunyian membawa engkau ke suatu daerah hati 
paling dalam dan tak berpenghuni?
Berkawanlah dengan riuhnya sepi. 

Luka bahagia yang bergilir menjadikan kita dewasa
Saya sedang berlari, kawan.
Saya tak perlukan sorak-sorai kamu.
Saya senang begini. Sendiri